Templates by BIGtheme NET
Home » Program » Samarkilang Sebagai Kawasan Penting Flagship Spesies Di Indonesia

Samarkilang Sebagai Kawasan Penting Flagship Spesies Di Indonesia

Giok_Woh-samar

Dalam Aktivitas Survey Badak Sumatera di Wilayah KEL Provinsi Aceh, Kabupeten Bener Meriah  Program Konservasi Badak indoensia

WWF – Indonesia melalui program Konservasi badak Indonesia melaksanakan survey keberdaan badak Sumatera di Provinsi Aceh kegiatan ini bekerja sama dengan Badan pengelola Kawaan ekosistem leuser (BP KEL) dan Wilayah yang menjadi target areal  tepatnya diwilayah kawasan ekosistem Leuser Wilayah  Kawasan hutan Samakilang Kabupaten Bener Meriah.

Tujuan utama  kegiatan ini adalah  mengidentifikasi keberdaan  (p badak sumatera.  saat ini populasi badak tersebut hanya terdapat di provinsi Aceh dan Lampung, keberdaan badak di ekosistem leuser , Untuk wilayah samarkilang WWF -Indonesia fokus pada daerah hutan pegununagn Bur temun dan lanie,  kegiatan ini dalam rangka menggali potensi keberadaan badak sumatera dan melihat aspek penting juga mengkaji  keberadaan empat species kunci.

Dari hasil pengamatan survey selama 17 hari Tim Survey  WWF– Indonesia dan BP KEL  mengekplorasi  dua kawasan  bur temun dan lanie untuk beradaan badak ditemukan pakan potensial memiliki keragaman pakan badak 42 jenis pakan yang terdiri dari tanaman rendah (perdu) dan ditemukan 1 kubangan, plintiran tanaman,  dan jalur aktif satwa yang merupakan lintasan badak.

Hasil survey dengan mengunakan metode analisa vegetasi,  penentuan jejak dan camera trap, menemukankan satu tapak badak yang telah berumur 3 bulan dan menemukan tempat uning meineral salt lick area,  untuk bur tembun dengan area  ketinggian rata rata 8OO -12OO mdpl tim mmenemukan empat flagship species jejak  badak , Harimau gajah dan orangutan, dan berbagai jenis mamalia besar lainya sperti beruang , kijang dan landak kedih dan dilokasi kedua lanie samarkilang  wilayah ini merupakan kawasan potensial satwa, ditemukan empat falsghsip dan  menemukan langsung orangutan betina dewasa dan dalam memasaang camre trape juga  menemukan satwa rusa dan kedih.

Ancaman untuk species jaug cukup besatr tIm survey menukan tiga jerat harimau dan langsung mengamankannya dan terjadi ilegal loging di beberap lokasi, juga kasus perburuan rusa dan landak.

Kesimpulan awal untuk survey Wilayah samarkilang merupakan daerah potensial pengembangan kawasan untuk empat jenis  species kunci  kesimpulan awal WWF – karena  memiliki  keanekaragaman hayati (biodiversity)  dan diperlukan kajian sosial maupun ilmiah yang mendukung pembangunan dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan sumberdaya alam di kemukiman samarkilang.

Adanya upaya pengembangan dan peningkatan sektor-sektor potensial dalam pemanfaatan sumber daya alam di kemukiman samarkilang (ekowisata, pemanfaatan usaha mikro masyarakat  dalam pengelolaan hasil hutan kayu &  non kayu, pembangunan pusat penelitian lingkungan bagi peneliti, pelajar maupun mahasiswa) juga diperlukan peningkatan kordinasi antar pihak dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan  yang berbasis lingkungan (pemerintah, LSM, sektor pengusaha swasta dan masyarakat) dalam proses pembangunan kemukiman samarkilang dan peningkatan sattus kawasan samrkilang sebagi kawasan penting konservasi flasgship species.

Penulis : Chik Rini (Public Relation WWF-Indonesia Program Aceh)

Email : crini@wwf.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful