Templates by BIGtheme NET
Home » Activity » Chicco Silaturahmi Dengan Sejumlah Pejabat Pemerintah Selama di Aceh

Chicco Silaturahmi Dengan Sejumlah Pejabat Pemerintah Selama di Aceh

Acehinsight.com – Aktor Chicco Jerikho, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA) serta Forum DAS Kruen Peusangan (FDKP), melakukan kunjungan silaturahmi dengan sejumlah pejabat pemerintah selama berada di Provinsi Aceh. Chicco Jerikho mengunjungi Aceh untuk pertama kalinya, pada Jum’at (11/08), agar dapat melihat langsung kehidupan gajah sumatera yang berada di landscape DAS Peusangan, Aceh.

Kunjungan Chicco dengan sejumlah pejabat pemerintah tersebut seperti Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, yang diwakili oleh Wakil Bupati Khairul Asmara, Bupati terpilih Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Gubernur Aceh yang diwakili oleh Darwati A Gani, Mantan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dan beberapa pihak lain, merupakan serangkaian kegiatannya selain untuk syuting sebuah film dokumenter tentang penyelamatan gajah Sumatera yang berada di Provinsi Aceh.

Kunjungan Ke Kantor Bupati Aceh Tengah

Berangkat dari salah satu hotel di Kota Takengon, Aceh Tengah, pada Senin, (14/08/2017), sekitar pukul 09.00 wib, Chicco Jerikho bersama tim rombongan tiba di kantor Bupati Aceh Tengah untuk bersilaturahmi dengan dengan Bupati Aceh Tengah.

Dalam lawatannya Chicco berserta tim rombongan disambut oleh Wabup Khairul Asmara, dikarenakan Bupati Aceh Tengah sedang bertugas ke luar daerah. Namun sebelum bertemu Wabup, Chicco dan tim rombongan sempat disuguhkan kopi gayo oleh salah satu staf ahli Bupati Aceh Tengah.

Project Leader WWF Indonesia Northern Sumatra Program, Dede Suhendra, mengatakan pada pertemuan dengan Bupati Aceh Tengah yang diwakili oleh Wakil Bupati Khairul Asmara, bahwa pihaknya terus berupaya untuk mengkampanyekan dan mendorong terkait Lansekap DAS Peusangan yang memiliki biodiversity yang sangat tinggi dengan keunikan tersendiri.

“Kawasan lansekap DAS Peusangan merupakan rumah bagi satwa-satwa langka yang saat ini terancam punah seperti Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis). Oleh karena itu, adanya koordinasi dan komunikasi antar pihak terkait merupakan hal yang sangat penting,” ujar Dede Suhendra.

Selain itu, Dede juga mengungkapkan bahwa selama ini, pihaknya terus berupaya untuk membantu masyarakat dengan memberikan berbagai pelatihan dan sosialiasasi yang berkaitan dengan mitigasi konflik gajah-manusia yang terjadi di Kab. Bener Meriah dan Kab. Aceh Tengah.

“Karena selama ini ada beberapa desa seperti Karang Ampar yang kerap berkonflik antara gajah dengan manusia, Kita berharap ada suatu kawasan, tempat untuk menggiring gajah liar sebagai habitatnya,” kata Dede.

Sementara itu Chicco Jerikho yang didaulat sebagai elephant warrior (Ksatria Gajah) oleh World Wildlife Fund (WWF), mengatakan bahwa dirinya sengaja datang ke Aceh untuk mengetahui penyebab terjadi konflik satwa semakin meningkat di Aceh. Sehingga dengan ditemukan masalah, konflik satwa bisa berkurang dan gajah sumatera bisa diselamatkan.

“Kami datang untuk melakukan konservasi gajah dan mengkampanyekan pentingnya menyelamatkan satwa liar dilindungi ini. karena mengingat populasi gajah semakin berkurang dan populasi gajah sumatera terbesar ada di Aceh,” ujarnya.

Chicco yang langsung datang ke desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, merupakan sebuah desa yang kerap terjadi konflik gajah dengan manusia, untuk bersosialisasi dengan warga dan meningkatkan kepedulian masyarakat melindungi gajah serta untuk pembuatan film dokumenter terkait konservasi gajah.

“Kami ingin tau, penyebab terjadi apa, supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Saya ingin menyuarakan dan membantu bahwa kita dapat hidup berdampingan. Mari kita pikirkan sama-sama jalan keluarnya, baik itu untuk satwa maupun untuk masyarakat,” kata Chicco.

Dalam pembicaraan tersebut pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah ketersediaan lahan yang ada di Karang Ampar untuk dijadikan tempat konservasi Gajah pada waktu yang akan datang.

Menanggapi hal itu, Wabup Khairul Asmara sangat mendukung rencana tersebut  dan akan melakukan kajian lebih lanjut sesuai regulasi serta kondisi riil yang ada saat ini. “Walaupun masa akhir jabatan saya akan berakhir, saya ingin konflik Gajah dengan manusia dapat teratasi, jadi harus ada keselarasan antara keduanya,” jelas Khairul.

Menurutnya pembangunan ekonomi  yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan dan perencanaan penggunaan lahan harus tertata dengan baik dan transparan. “Ini menjadi suatu kebanggaan bagi Aceh Tengah yang kaya akan hutan dan air. Oleh karenya, dengan keterbatasan yang kita miliki, kita akan dorong terus sampai ke pemerintah pusat agar tujuan yang kita harapkan tercapai,” tutur Khairul.

Diakhir pertemuan itu Chicco Jerikho dan Wabup Khairul Asmara bergantian menyerahkan cendera mata berupa kain Batik Gajah kepada Wabup Khairul Asmara sebagai simbol kepedulian keselamatan Satwa Gajah Sumatera beserta habitatnya dan Wabup Khairul Asmara menyerahkan plakat kenang-kenangan dari Bupati Aceh Tengah sebagai tanda kunjungannya ke Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Pertemuan yang berlangsung singkat tersebut ditutup dengan foto bersama  dan beberapa pihak yang ikut pada pertemuan tersebut seperti tim WWF Indonesia Jakarta, tim WWF Indonesia Northern Sumatra Program, Dinas Kehutanan Aceh Tengah, Tim SRJS Program dan Balai Syura Ureung Inoeng Aceh (BSUIA). []

Silaturahmi ke Kediaman Bupati Terpilih Aceh Tengah

Selesai bertemu Bupati Aceh Tengah yang diwakili oleh Wakil Bupati Khairul Asmara, Chicco bersama rombongan juga menyempatkan bersilaturahmi ke kediaman Bupati terpilih Aceh Tengah, Shabela Abubakar.

Dalam kunjungannya, Chicco juga menceritakan hal yang sama kepada Shabela, bahwa dirinya selain seorang publik figur dan aktor, kini dirinya juga didaulat sebagai elephant warrior (ksatria gajah) oleh World Wildlife Fund (WWF) Indonesia. Oleh karena itu, sudah tugasnya untuk mengajak orang banyak untuk bersama-sama melindungi satwa-satwa seperti gajah yang berada di kawasan Landsekap DAS Peusangan.

“Saya terpanggil untuk mengkampanyekan arti pentingnya keberadaan gajah dan satwa-satwa lainnya untuk menjaga keseimbangan alam. Apalagi, kawasan landsekap DAS Peusangan merupakan kawasan karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan keunikan tersendiri,” kata Chicco.

Pada silaturahmi tersebut, pihak WWF juga meminta kepada bupati terpilih Aceh Tengah Shabela Abubakar 20.000 Hektar lahan yang ada di karang ampar untuk dijadikan tempat konservasi gajah pada waktu yang akan datang, untuk menghindari terjadinya konflik antara gajah dengan manusia.

Shabela Abubakar dalam kesemparatan tersebut mempridiksi lahan yang bisa dipergunakan untuk konservasi Gajah tersebut sebanyak 3000 hektar. Shabela juga akan mengkaji permohonan WWF dengan regulasi serta kondisi faktual disana nantinya.

Shabela di Kepemimpinanya nanti akan menggandeng WWF untuk menuntaskan konflik Gajah dan Manusia yang kerap terjadi di Karang Ampar tersebut.

Menurut Shabela harus ada keseimbangan antara gajah dan kesejahteraan manusia. Untuk itu dirinya akan mempertimbangkan betul betul mengenai rencana yang diwacanakan WWF tersebut. “Saya ingin ada keselarasan, antara gajah, Hutan (alam) dan manusia. Jangan nanti gajahnya aman tapi manusianya tidak sejahtera,  ini akan menjadi hal yang aneh di mata masyarakat” kata Shabela Abubakar.

Dalam kesempatan tersebut sembari minum Kopi Pemeran Film Filosofi Kopi tersebut juga meminta agar diundang untuk acara Plantikan Shabela sebagai Bupati yang rencana akan dilakukan pada Desember Tahun Ini.

Menanggapi pernyataan tersebut, Shabela mengamini permintaan Chicco sembari tersenyum.

Dalam Kesempatan tersebut Shabela juga meminta agar Chicco ikut mempromosikan Kopi Arabika Gayo di tingkat nasional. Agar menurutnya permintaan Kopi Arabika Gayo meningkat serta berdampak positif terhadap perekonomian rakyat.

Sisi lain Chicco Jerikho juga dikenal seorang pembisnis terbilang sukses, khususnya bisnis kain Batik Gajah yang telah lama dilakoninya dan sebagian hasil bisnisnya itu disumbangkan untuk pelestarian Gajah.

Diakhir silaturahmi tersebut, Chicco Jerikho menyerahkan cendera mata berupa kain Batik Gajah kepada Bupati terpilih Aceh Tengah, Shabela Abubakar sebagai simbol kepedulian penyelamatan satwa Gajah Sumatera beserta habitatnya.

Museum Aceh dan Pendapa Gubernur Aceh

Dan akhir dari kunjungan Chicco Jerikho di Aceh, dirinya mampir di kantor World Wildlife Fund (WWF) Northern Sumatra Program untuk sekedar sharing mengenai populasi gajah. Beberapa hari ‘bergumul’ dengan gajah membuat Chico berharap agar kelak populasi mamalia itu makin bertambah dan orang semakin peduli akan habitatnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful